Mataram, FHISIP – Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP), Unram, menggelar Workshop Rekonstruksi Kurikulum di Golden Palace Hotel, Kamis (30/7), sebagai upaya memperkuat kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, kebutuhan industri, dan standar pendidikan tinggi.
Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FHISIP, Wakil Dekan Bidang Akademik, Koordinator Kurikulum Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Prof. Dr. Catur Suratnoaji, S.Sos., M.Si., Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran Dr. Nini Aristi, S.Sos., M.Comn., para koordinator program studi di lingkungan FHISIP, mitra Prodi (Nutrifood, JMSI, Nomad Sense), alumni, serta seluruh dosen Prodi Ilmu Komunikasi.
Dalam paparannya, Prof. Catur Suratnoaji menegaskan bahwa transformasi kurikulum menjadi kebutuhan untuk menghasilkan lulusan yang adaptif dan berdaya saing global. Menurutnya, perubahan kebijakan pendidikan, perkembangan teknologi digital, serta tuntutan dunia kerja mengharuskan program studi terus melakukan pembaruan kurikulum.
“Transformasi kurikulum harus mampu menjawab perubahan lanskap media digital, memperkuat literasi digital, serta mengintegrasikan perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) ke dalam proses pembelajaran,” ujarnya.
Ia juga mendorong Prodi Ilmu Komunikasi memperkuat kekhasannya melalui kompetensi komunikasi pariwisata dan komunikasi kebencanaan dalam profil lulusan sebagai nilai unggul yang membedakan dengan program studi sejenis.
Sementara itu, Dr. Nini Aristi menekankan pentingnya penyusunan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang mengedepankan keselaraasan antara capaian pembelajaran, proses pembelajaran, dan asesmen. Menurtnya, pembelajaran harus berpusat pada mahasiswa (student-centered learning), didukung asesmen yang transparan, serta memberikan umpan balik yang mendorong peningkatan kompetensi.
Dr. Nini juga menjelaskan bahwa pemanfaatan AI dalam pembelajaran perlu direspons secara positif dengan tetap menjunjung tinggi etika akademik. “AI dapat membantu meningkatkan efisiensi pembelajaran, tetapi kreativitas, berpikir kritis, dan orisinalitas tetap menjadi kompetensi utama yang harus dimiliki lulusan,” jelasnya.
Melalui workshop ini, Prodi Ilmu Komunikasi FHISIP menghimpun masukan dari akademisi, asosiasi profesi, mitra industri, dan alumni sebagai dasar penyusunan kurikulum yang lebih relevan, adaptif, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Kurikulum baru diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif, berdampak, serta siap menghadapi tantangan komunikasi di era digital.







