Mataram, FHISIP UNRAM — Program Studi Hubungan Internasional Universitas Mataram sukses menyelenggarakan visiting lecture bertajuk “The Climate Game: Can You Reach Net Zero by 2050?” pada Jumat, 24 Oktober 2025 bertempat di Gedung Soebiyanto, FHISIP, Universitas Mataram. Kegiatan visiting lecture menghadirkan narasumber dosen dari Program Studi Hubungan Internasional Universitas Budi Luhur (UBL), Agung Permadi, S.IP., M.Si.
Kegiatan dibuka oleh sambutan dari Sekretaris Program Studi Hubungan Internasional Universitas Mataram, Y.A. Wahyudin, S.IP., M.A. Dalam sambutannya, beliau menyambut baik terselenggaranya kegiatan visiting lecture karena mampu memberikan mahasiswa wawasan kritis tentang tata kelola iklim global. Ke depan beliau berharap kegiatan visiting lecture akan semakin banyak diselenggarakan agar mahasiswa memperoleh beragam perspektif dalam memahami politik internasional iklim global.
Melalui pemaparan materi yang disampaikan, Agung Permadi menjelaskan konteks kenaikan suhu bumi secara signifikan sejak periode revolusi industri pertama yang ditandai oleh industrialisasi yang menggantikan tenaga hewan dan manusia. Transformasi besar ini menjadikan bumi mulai mengalami peningkatan suhu karena semakin banyaknya hasil produksi industri dan penggunaan energi yang menghasilkan emisi gas rumah kaca. Fenomena ini terus berlanjut hingga memasuki periode revolusi industri keempat hingga kelima yang melibatkan penggunaan kecerdasan buatan (AI, artificial intelligence). Jika tidak segera ditangani, pada tahun 2025 diprediksi suhu bumi bisa mencapai 1,60C di atas rata-rata masa pra-industri, dan bahkan dapat meningkat hingga 40C pada tahun 2100.
Lebih lanjut, Permadi menjelaskan kebijakan strategis yang dilakukan oleh Indonesia dalam mendukung pengurangan emisi gas karbon global. Pemerintah Indonesia secara aktif menjalin kerjasama multilateral melalui keanggotaan organisasi internasional. Beberapa diantaranya meliputi UNFCC, Kyoto Protocol, United Nations (UN), dan European Green Deal. Hingga tahun 2050, pada tahun 2030 ditargetkan pengurangan emisi dengan menggunakan energi yang efektif dengan teknologi yang ramah lingkungan. Sedangkan pada tahun 2040 ditargetkan penerapan circural economy dengan diterapkannya konsep 3R, yakni (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai bagian dari penerapan teknologi ramah lingkungan. Terakhir, pada tahun 2050 diterapkan penggunaan new horizon technologies.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi yang berlangsung secara antusias menunjukkan kuriositas mahasiswa dalam memahami solusi inovatif terhadap tantangan lingkungan global. Hasil diskusi menunjukkan mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai urgensi penanganan perubahan iklim, peran kebijakan internasional, serta strategi mitigasi emisi karbon menuju tahun 2050. Diharapkan kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran, pemikiran kritis, dan kontribusi nyata generasi muda dalam mendukung transisi energi berkelanjutan menuju 2050.







