Mataram, FHISIP Unram — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Mataram. Tim yang terdiri atas Khadijah Baasitu Sholeha, Taqiyudin Nabani, Kadek Wisnuadi Putra, dan Sabrina Juanita Nitbani berhasil meraih Juara II Tourism Innovation Challenge dalam rangka Marine Tourism Festival 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Padjadjaran pada 23 Juni 2026.
Dalam kompetisi tersebut, tim mengusung konsep inovasi pariwisata Pemongkong Salt Experience, yaitu pengembangan wisata berbasis potensi garam lokal di Desa Pemongkong, Lombok Timur. Konsep ini menggabungkan produksi garam, edukasi, dan produk bernilai tambah dalam satu pengalaman wisata berkelanjutan.
Keberhasilan ini didukung kolaborasi tim: Khadijah Baasitu Sholeha sebagai ketua tim sekaligus mengoordinasikan kebutuhan kompetisi., Taqiyudin Nabani sebagai sutradara dan editor video, Kadek Wisnuadi Putra berfokus pada pengumpulan data, serta Sabrina Juanita Nitbani sebagai penyusun proposal dan pengembang gagasan.
Khadijah menuturkan bahwa kompetisi ini menjadi penutup perjalanan aktif dirinya dan tim dalam berbagai ajang kompetisi sebelum memasuki masa magang dan penyusunan skripsi. “Motivasi saya mencari lomba ini karena meskipun KKN sudah di depan mata, kompetisi ini menjadi penutup perjalanan kami sebelum menyambut masa magang dan penyusunan skripsi. Kami ingin memberikan yang terbaik sebelum memasuki tahapan tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Taqiyudin Nabani menyampaikan rasa syukur atas capaian yang berhasil diraih tim. “Kami sangat bersyukur atas hasil yang diperoleh. Dukungan dari Kaprodi dan dosen Program Studi Ilmu Komunikasi menjadi motivasi besar bagi kami,” katanya.
Prestasi ini menunjukkan komitmen mahasiswa Universitas Mataram dalam menghadirkan gagasan inovatif yang tidak hanya kompetitif di tingkat nasional, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan potensi daerah. Melalui konsep Pemongkong Salt Experience, tim berharap potensi garam di Lombok Timur dapat semakin dikenal dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.







