Mataram, FHISIP Unram – Program Studi Sosiologi FHISIP Universitas Mataram menggelar Seminar Nasional Mahasiswa Sosiologi Ke-5 (Senmasosio Ke-5) dengan mengusung tema “Mengubah Ombak Menjadi Peluang: Peran Strategis Generasi Muda Dalam Pembangunan Wilayah Pesisir yang Berkelanjutan” di Ruang Sidang Senat Rektorat, Universitas Mataram pada Senin (1/9/2025). Pada kesempatan ini, Senmasosio Ke-5 menghadirkan dua pemateri yaitu M. Arwan Rosyadi, S.Sos., M.A., dan Muhammad Abihul Fajar serta dipandu oleh Sri Rizky Amelia Putri sebagai moderator.
Seminar dibuka oleh Koordinator Program Studi Sosiologi, Arif Nasrullah, Lc., M.Hum., yang mewakili Dekan FHISIP Unram, Dr. Lalu Wira Pria Suhartana, S.H., M.H. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa tujuan utama Senmasosio ke-5 ini digelar untuk memberikan wawasan dan pengetahuan baru bagi para peserta mengenai isu-isu kepemudaan di wilayah pesisir. “Tujuan kita melaksanakan seminar nasional mahasiswa ke-5 ini agar mahasiswa memiliki pengetahuan yang baik terutama pada tema yang kita bawakan yakni kajian masyarakat pesisir dan kepulauan,” ucapnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari kedua pemateri, M. Arwan Rosyadi, S.Sos., M.A., selaku pemateri pertama sekaligus dosen Prodi Sosiologi mengungkapkan bahwa poin penting dalam pembangunan wilayah pesisir adalah mendorong peran aktif pemuda pesisir dalam pemberdayaan masyarakat. “Pemuda merupakan kunci utama dalam pembangunan wilayah pesisir karena memiliki idealisme dan potensial dalam mencapai suatu perubahan sosial,” ungkapnya.
Sementara itu, aktivis Cilmate Rangers NTB, Muhammad Abihul Fajar melanjutkan pemaparan materi dengan menguraikan kondisi terkini masyarakat pesisir di Indonesia. Masyarakat pesisir pada saat ini tengah menghadapi bebeberapa persoalan utama mulai dari penyempitan wilayah tangkap ikan akibat pencemaran perairan, adanya pembangunan wilayah pesisir yang menganggu eksositem bawah laut serta perubahan iklim. Menurutnya, persoalan-persoalan tersebut justru dapat membuka ruang bagi pemuda untuk memainkan peran strategis dalam pembangunan wilayah pesisir. “Peran strategis generasi muda dapat berupa pemberdayaan ekonomi kreatif, pemanfaatan teknologi digital, restorasi ekosistem pesisir, edukasi dan literasi lingkungan serta advokasi maupun kolaborasi dengan pemerintah, NGO, akademisi dan masyarakat lokal,” jelasnya.
Setelah pemaparan materi, Senmasosio dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang melibatkan para peserta. Jumlah peserta pada kegiatan ini mencapai 150 orang yang berasal dari kalangan mahasiswa dan akademisi sehingga membuktikan bahwa Senmasosio ke-5 berhasil merangsang antusiasme sivitas akademika.







