Mataram, FHISIP Unram – mengadakan lokakarya internasional yang digagas oleh Program Studi Hubungan Internsional dengan tema ‘’Workshop On International Migration:The Philippines Case (Theories and Trend) ” yang dilaksanakan di Gedung Subianto lantai 4 Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik pada hari Selasa, 19 Maret 2024 lalu.

Dekan FHISIP Unram Dr. Lalu Wira Pria Suhartana, S.H.,M.H menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Profesor Melvin Allena Jabar karena telah menyemangati kami dengan kehadirannya dan menawarkan wawasan penting dari pengalaman Filipina. Faktanya, Filipina adalah contoh cemerlang mengenai praktik terbaik dalam menangani berbagai kesulitan migrasi. Kami berharap dapat memperoleh wawasan mendalam mengenai migrasi Filipina.

“Migrasi memang menjadi tantangan besar di wilayah kita, khususnya di Nusa Tenggara Barat untuk itu dibutuhkan tindakan komprehensif dan kolaboratif untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh para migran dan komunitas yang terlibat. Respons yang efektif harus memprioritaskan perlindungan hak asasi manusia, kesetaraan gender, dan pembangunan berkelanjutan untuk menjamin kesejahteraan dan martabat semua migran.” Ungkap Dr Lalu Wira

Profesor Melvin Memaparkan Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak negatif dari fenomena migrasi ini, misalnya dengan mengintensifkan mekanisme pencegahan seperti penggalangan informasi kepada masyarakat khususnya kelompok rentan karena mereka merupakan mangsa empuk para pelaku trafficking. Kedua, kami dapat memenuhi kebutuhan untuk memperkuat kapasitas petugas pengawas perbatasan. Terakhir, Berkolaborasi dengan perusahaan penerbangan dan pihak berwenang untuk mendeteksi calon korban.

Menurut Prof Melvin fenomena migrasi tidak selalu membawa dampak positif namun banyak pula dampak negatifnya bagi negara penerima orang yang bermigrasi, seperti biaya penempatan yang berlebihan, penggantian kontrak, tidak dibayar atau tertundanya upah, dan kondisi kerja dan kehidupan yang sulit, rayuan seksual, perlakuan tidak manusiawi, dampak kesehatan fisik yang negatif pada anak-anak, hasil akademik anak yang negatif, struktur keluarga yang terkikis. dan krisis hubungan dan perawatan.