Mataram, FHISIP Unram  – mengadakan  seminar yang bertajuk‘’Seminar Law and Ethics in Health Service : DugaanMalpraktik Medis dan Implikasi Hukumnya Terhadap TenagaMedis’’. Seminar ini merupakan sharing session antara FHSIP Universitas Mataram dengan FH Universitas Pelita Harapanyang berlangsung di Ruang Sidang Utama Gedung A FakultasHukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik pada hari Jumat, 2 Februari 2024.

Dr. dr. Jovita Irawati, M.M.,MHA. sebagai narasumber dan dr. I Nyoman Dwija Putra., Sp.B (K).,BD.,MH.,FISA.,FICS sebagaimoderator. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa dan akademisi.

Dalam sambutannya Dr. L. Wira Pria Suhartana selaku DekanFHISIP berharap seminar Kesehatan yang diadakan dapatmenjadi wadah edukasi dan informasi bagi akademisi danpraktisi.

Jovi (panggilan dr. Jovita) mengatakan bahwa pasien dan tenaga medis memiliki hubungan hukum meski tidak ada perjanjian tertulis.

’’Pada dasarnya perjanjian yang terjadi antara pasien dengan tenaga medis merupakan perjanjian terapeutik, yang masuk ke dalam jenis Inspanning verbintenis, perjanjian upaya, perjanjian hanya  sebatas upaya secara maksimal untuk tujuan mewujudkan apa  yang diperjanjikan.’’

Jovi menegaskan adanya hubungan hukum inilah yang menjadi dasar pasien untuk melaporkan tenaga medis atas dugaan malpraktik.

’’Malpraktik dapat terjadi karena kesengajaan dan kelalaian. Namun yang banyak terjadi adalah malpraktik karena kelalaian.’’