MATARAM 20 Agustus 2026 – Ilsa Ayu Windari, Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Mataram memperoleh pengalaman akademik dan budaya internasional melalui keikutsertaan dalam Joint Class & Cultural Immersion Programme (Inbound) yang diselenggarakan oleh Universiti Malaysia Terengganu (UMT), Malaysia, pada 4–10 Agustus 2026.
Program tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas pengalaman belajar di lingkungan internasional sekaligus mengenal secara langsung kehidupan dan kebudayaan masyarakat Terengganu. Selama mengikuti kegiatan, peserta tidak hanya mengikuti agenda akademik, tetapi juga terlibat dalam berbagai aktivitas budaya dan kegiatan kelompok yang mendorong kemampuan komunikasi, kolaborasi, serta adaptasi di lingkungan baru.
Informasi mengenai program diperoleh mahasiswa melalui salah satu dosen Program Studi Ilmu Komunikasi serta melalui HIMIKOM (HIMA Ilmu Komunikasi) Universitas Mataram. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan proses pendaftaran dan berbagai persiapan sebelum keberangkatan ke Malaysia.
Kegiatan ini diikuti oleh 27 mahasiswa, yang terdiri atas 10 mahasiswa Universitas Mataram dan 17 mahasiswa Universitas Airlangga. Selama program, peserta Universitas Mataram didampingi oleh Asrin Dimas Tri Fathullah, S.IP., M.I.Kom., selaku dosen pendamping dari Universitas Mataram. Seluruh rangkaian kegiatan diselenggarakan oleh Universiti Malaysia Terengganu.
Sebelum keberangkatan, peserta melakukan berbagai persiapan, baik yang berkaitan dengan administrasi maupun kebutuhan kegiatan. Persiapan juga dilakukan secara khusus untuk agenda presentasi kelompok. Peserta berdiskusi untuk menentukan materi yang akan disampaikan, membagi tugas, serta menyusun bahan presentasi agar dapat dipaparkan secara sistematis di hadapan peserta dan penilai.
Selama berada di Malaysia, peserta mengikuti rangkaian Joint Class & Cultural Immersion Programme (Inbound) yang berlangsung di lingkungan Universiti Malaysia Terengganu. Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar secara langsung melalui interaksi dengan lingkungan akademik sekaligus mengenal sejumlah aspek budaya yang berkembang di Terengganu.
Salah satu agenda utama berlangsung pada 8 Agustus 2026, ketika peserta mengikuti presentasi kelompok mengenai budaya Terengganu. Sebelum presentasi, masing-masing kelompok diberikan waktu untuk mempersiapkan materi dan mengembangkan pembagian peran. Presentasi tersebut kemudian dinilai oleh tiga orang juri, sehingga peserta tidak hanya dituntut memahami materi, tetapi juga mampu menyampaikannya dengan baik melalui kerja sama tim.
Selain kegiatan akademik, peserta juga memperoleh pengalaman melalui kunjungan ke sejumlah tempat budaya. Aktivitas tersebut memberikan kesempatan untuk melihat dan mempelajari kebudayaan Terengganu secara langsung, bukan hanya melalui materi pembelajaran. Interaksi selama kegiatan juga mempertemukan mahasiswa dari latar belakang perguruan tinggi yang berbeda dalam suasana pembelajaran yang lebih terbuka.
Bagi peserta dari Universitas Mataram, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting dalam membangun kemampuan akademik sekaligus pengembangan diri. Berada di lingkungan internasional memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan mahasiswa dari negara lain, mengenal kebudayaan Malaysia secara langsung, serta belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan dan pola interaksi yang baru.
Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, kerja sama tim, dan kemampuan beradaptasi. Pengalaman menyusun materi bersama, membagi tugas, menyampaikan presentasi, hingga berinteraksi dengan peserta dari perguruan tinggi lain memberikan pengalaman praktis yang melengkapi pembelajaran mahasiswa di kampus.
Keikutsertaan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Mataram dalam program internasional tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya membuka ruang pembelajaran yang melampaui batas ruang kelas dan negara. Melalui Joint Class & Cultural Immersion Programme, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan pengalaman langsung dalam lingkungan internasional, sekaligus membangun jejaring dan wawasan lintas budaya yang dapat menjadi bekal dalam menghadapi tantangan akademik maupun profesional di masa mendatang.







