Mataram, 30 Juli 2026 – Asosiasi Pengelola Jurnal Hukum Indonesia (APJHI) Wilayah Tengah yang meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur menyelenggarakan Workshop Jurnal Ilmiah dengan tema “Penguatan Kapasitas Pengelolaan Jurnal Menuju Indeksasi Nasional dan Internasional”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Prof. H. Zainal Asikin, S.H., S.U., Gedung A Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Mataram, serta diikuti secara luring dan daring melalui Zoom. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir ke-10 Asosiasi Pengelola Jurnal Hukum Indonesia (APJHI) yang bertujuan memperkuat kapasitas editor, reviewer, dan pengelola jurnal hukum dalam menghadapi tantangan peningkatan mutu publikasi ilmiah serta percepatan indeksasi nasional maupun internasional.
Workshop dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan II Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mataram, Dr. Syamsul Hidayat, S.H., M.H., yang hadir mewakili Dekan FHISIP Universitas Mataram. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa jurnal ilmiah merupakan salah satu indikator utama reputasi akademik sebuah perguruan tinggi. Keberadaan jurnal yang dikelola secara profesional tidak hanya menjadi media diseminasi hasil penelitian, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan daya saing institusi, memperkuat budaya akademik, serta memperluas jejaring kerja sama nasional maupun internasional. Oleh karena itu, peningkatan kualitas tata kelola jurnal harus menjadi komitmen bersama seluruh sivitas akademika.
Mengawali kegiatan, Ahmad Zuhairi, S.H., M.H. selaku Koordinator APJHI Wilayah Tengah menyampaikan pengantar mengenai kondisi dan perkembangan jurnal hukum di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Ia menjelaskan bahwa dalam satu dekade perjalanan APJHI, telah terjadi perkembangan yang signifikan terhadap jumlah maupun kualitas jurnal hukum di Indonesia. Namun demikian, tantangan yang dihadapi masih cukup besar, terutama dalam menjaga konsistensi kualitas substansi artikel, profesionalisme pengelolaan editorial, peningkatan kualitas proses peer review, serta pencapaian indeksasi pada basis data nasional maupun internasional.
Workshop menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman luas dalam pengelolaan publikasi ilmiah. Prof. Dr. Ni Ketut Supasti Dharmawan, S.H., M.Hum., LL.M., Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Udayana, menyampaikan materi mengenai managerial pengembangan jurnal ilmiah hukum di Indonesia dalam menghadapi persaingan publikasi internasional. Beliau menekankan pentingnya menjaga integritas akademik, etika publikasi, kualitas substansi artikel, serta konsistensi proses editorial sebagai fondasi utama dalam membangun reputasi jurnal ilmiah. Selain itu, beliau juga menguraikan strategi peningkatan sitasi, penguatan jejaring kolaborasi internasional, dan pentingnya inovasi dalam pengelolaan jurnal agar mampu memenuhi standar indeksasi global.
Materi berikutnya disampaikan oleh Dwi Martini, Ph.D., yang mengulas berbagai kebijakan terbaru terkait pengelolaan jurnal ilmiah, peningkatan mutu publikasi, serta strategi menghadapi proses evaluasi akreditasi nasional dan indeksasi internasional. Pemaparannya memberikan wawasan mengenai pentingnya penerapan standar internasional dalam proses editorial, penggunaan teknologi digital dalam pengelolaan jurnal, serta penguatan budaya mutu melalui evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.
Sementara itu, Anang Alfian, S.Kom. memberikan pendalaman teknis mengenai pengelolaan Open Journal Systems (OJS), optimalisasi metadata artikel, pengelolaan DOI, interoperabilitas dengan berbagai pengindeks, serta aspek keamanan dan pemeliharaan sistem jurnal elektronik. Materi ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan teknis pengelola jurnal agar mampu mengelola sistem publikasi elektronik secara efektif dan sesuai dengan standar internasional.
Selanjutnya, Baiq Nurul Aini, S.T. menyampaikan materi mengenai optimalisasi pengelolaan jurnal berbasis teknologi informasi, penguatan tata kelola administrasi jurnal, peningkatan kualitas tampilan dan aksesibilitas jurnal, serta pemanfaatan berbagai perangkat pendukung yang dapat meningkatkan visibilitas dan keterbacaan artikel ilmiah di tingkat global. Materi tersebut melengkapi pemahaman peserta mengenai pentingnya integrasi antara kualitas substansi ilmiah dan kualitas pengelolaan sistem publikasi.
Kegiatan workshop berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan para editor, editor in chief, pengelola OJS, reviewer, dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi. Para peserta berdiskusi mengenai berbagai tantangan aktual, seperti peningkatan kualitas naskah, manajemen reviewer, penerapan etika publikasi, penggunaan teknologi kecerdasan buatan secara bertanggung jawab dalam proses editorial, strategi meningkatkan sitasi, hingga upaya mempertahankan keberlanjutan jurnal ilmiah.
Workshop ini diikuti oleh pengelola jurnal dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Dari Nusa Tenggara Barat, peserta berasal dari berbagai jurnal di FHISIP Universitas Mataram seperti Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan, Unram Law Review, Jatiswara, Commerce Law, Private Law, Kompilasi Hukum, Parhesia, Diskresi, dan MaJIL, serta jurnal dari Universitas Islam Al-Azhar, Universitas Muhammadiyah Mataram, Universitas Nahdlatul Wathan Mataram, Universitas Bumigora, Universitas 45 Mataram, dan institusi lainnya. Sementara itu, peserta dari Bali dan NTT mengikuti kegiatan secara daring dengan melibatkan puluhan jurnal hukum dari berbagai perguruan tinggi di kedua provinsi tersebut.
Melalui penyelenggaraan workshop ini, APJHI Wilayah Tengah menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ruang kolaborasi bagi para pengelola jurnal hukum dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah Indonesia. Sinergi antara akademisi, editor, reviewer, dan pengelola jurnal diharapkan mampu mempercepat lahirnya jurnal-jurnal hukum yang berkualitas, bereputasi, serta memiliki daya saing pada tingkat nasional maupun internasional. Dengan demikian, jurnal ilmiah tidak hanya berfungsi sebagai media publikasi hasil penelitian, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam pengembangan ilmu hukum, peningkatan mutu pendidikan tinggi, dan penguatan kontribusi akademik Indonesia dalam khazanah keilmuan global.






