Mataram, FHISIP Unram – FHISIP Unram adakan seri diskusi melalui Sorot Kamera Seri ke-16 yang mengangkat tema ”Menakar Untung Rugi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Dan Koperasi Merah Putih”. Kegiatan ini berlangsung pada hari Jumat, 17 April 2026 di Ruang Vicon FHISIP Unram dan yang dihadiri sivitas akademika baik secara luring maupun daring.

Acara dibuka oleh Dr. Lalu Wira Pria Suhartana, S.H.,M.H., selaku Dekan FHISIP Unram dengan dengan Taufan,S.H.,M.H., sebagai pembawa acara. Sesi diskusi dipandu oleh moderator Adhitya Nini Rizki Apriliana, S.H.,M.H., dengan Dr. M. Firmansyah, S.E.,M.Si., (Dosen Ekonomi Pembangunan FEB Unram) dan Ahmad Zuhairi, S.H.,M.H., (Dosen Ilmu Hukum FHISIP Unram) sebagai narasumber.
Dr. M. Firmansyah, S.E.,M.Si., menyampaikan bahwa semangat MBG menggairahkan pasar lokal dalam bisnis semua sudah tersegmentasi. Pemerintah mencoba membangun pasar lewat MBG, tapi mekanisme kontrol pemerintah harus diperbaiki.

”Banyak hal positif dari MBG, namun masih banyak pula yang perlu diperbaiki, seperti tata kelola MBG itu harus diperhatikan”, ungkapnya.
Sementara itu Ahmad Zuhairi, S.H.,M.H.,menegaskan bahwa menakar untung rugi suatu kebijakan dapat dilihat dari teori Jeremy Bentham yang berfokus pada kemanfaatan.

”Berdasarkan teori tersebut, negara menjunjung tinggi demokrasi mayoritas. Sehingga jika program Koperasi Merah Putih dan MBG mendatangkan banyak manfaat dan tanggapan positif bagi mayoritas maka program perlu dilanjutkan,” paparnya.

Ia menilai bahwa baik MBG, maupun Koperasi Merah Putih memakai uang dasar hukum penyelenggaraan MBG perlu diatur dalam undang-undang, bukan dalam produk hukum berupa peraturan presiden ataupun instruksi presiden. Sebab jika presiden berganti, program ini juga dapat dihentikan. Lain halnya jika berdasar pada undang-undang. Undang-undang merupakan produk hukum dari Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden, sehingga jika ganti presiden pun program ini dapat tetap dilanjutkan,”jelasnya.

Paparan kedua narasumber disambut berbagai tanggapan dari peserta, seperti Dwi Setiawan Chaniago yang menyoroti dampak MBG yang justru menyebabkan malnutrasi pembangunan di berbagai daerah. Kemudian Lalu Mada Muda Bialdu yang mempertanyakan apakah Koperasi Merah Putih merupakan program yang ideal, serta berbagai tanggapan dari peserta lainnya.

Selanjutnya acara ditutup oleh Dr. Lalu Wira Pria Suhartana, S.H.,M.H., selaku Dekan FHISIP Unram dan penyerahan sertifikat kepada moderator dan kedua narasumber