Mataram, 1 Juni 2024 FHISIIP Unram laksanakan kegiatan workshop Akreditasi Program Studi. Kegiatan ini dilaksanaka di gedung FHISIP dan dihadiri oleh jajaran pimpinan FHISIP, pimpinan prodi, bagian dan kepegawaian, perwakilan dosen hingga tenaga kependidikan. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Dekan dua bidang umum dan keuangan FHISIP Ari Rahmad Hakim BF, S.H., M.Hum. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mempersiapkan seluruh program yang ada pada FHISIP Unram agar secara merata mampu mencapai akreditasi unggul.

Seperti disampaikan oleh Ari Rahmad dalam pidato sambutannya, beliau mengungkapkan “Kegiatan berupaya ikhtiar unuk membangun dan mengembangkan dan meningkatkan kualitas Prodi maupun Fakultas secara umum”. Beliau sekaligus menyampaikan harapannya agar seluruh prodi, dari akreditasi baik sekali bisa mencapai akreditasi unggul, bahkan hingga dapat menembus akreditasi internasional, dan tidak hanya pada Prodi S1 saja melainkan seluruh prodi termasuk Prodi S2 dan S3. Hal ini juga dalam rangka upaya untuk memenuhi syarat peralihan status unram menjadi PTNBH, yang harus memenuhi minimal 60% prodi unggul, sehingga persyaratan PTNBH terpenuhi.

Dalam acara ini Dr. Hj. Zunnuraini, S.H., M.H., selaku moderator sekaligus sekertaris program studi Magister Ilmu Hukum menyampaikan bahwa Program Studi S2 Ilmu Hukum menjadi salah satu prodi yang diharapkan oleh UP Percepatan Akreditasi Unram. Kreditasi Prodi S2 Ilmu hukum sejatinya masih berlaku sampai dengan tahun 2026, namaun diharapkan untuk bisa segera melakukan re akreditasi pada tahun ini dan diharpkan mampu meraih akreditasi unggul. Seluruh dokumen akreditasi harus selesai dan diajukan paling lambat desember 2024 ini, karena itu beliau berharap workshop yang diselenggarakan dapat memberikan pencerahan guna mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan.

Narasumber Dalam kegiatan ini adalah Prof. Dr. Angkasa, S.H., M.Hum., Dosen Fakultas Hukum Universitas Jendral Sudirman dan sekaligus Asesor BAN-PT. Beliau menyampaikan beberapa hal diantaranya, “Betul bahwa sebentar lagi model APS9 akan menjadi sejarah setelah terakhir di unggah 31 desember 2013 pukul 23-59 itu adalah batas akhir, ini memang sesuai disampaikan oleh majelis badan eksekutif BAN PT sekarang terjadi tsunami borang, karena hampir seluruh program studi perguruan tinggi beramai-ramai memanfaatkan situasi ini setelah itu kita tidak tahu dokumen akreditasi apa yang akan disusun dan hanya dua atau tiga terakreditasi atau tidak terakreditasi itu menjadi masalah atau menjadi momok bagi berbagai perguruan tnggi”.

Beliau mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan oleh Unram secara umum dan FHISIP secara khusus dalam mempersiapkan diri menghadapi akreditasi. “Jadi langkah yang dilakukan oleh Unram sudah sangat tepat dan disebutkan bahwa magister hukum memang masih lama berlakunya tetapi menurut dalam pikiran saya negeri itu harusnya unggul masa negeri kalah dnegan suasta padahal SDMnya banyak berasal dari negeri”.

Beliau juga menambahkan beberapa hal yang mungkin selma ini menjadi kendala prodi untuk mendapatkan akreditasi unggul, “Permasalahannya barangkali cara penyusunannya, atau kekurang cermatan dalam penyusunan dokumen akreditasi”. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan mampu memberikan informasi yang bisa dijadikan sebagai petunjuk dan solusi bagi Pengelola Program Studi dalam mempersiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan, agar memenuhi target yang diharapkan yaitu mendapat akreditasi unggul.