Mataram, Fakultas Hukum – Fakultas Hukum Universitas Mataram (FH Unram) Meyudisium 57 mahasiswa S1, diantara nya 26 Mahasiswa program studi Sarjana Ilmu Hubungan Internasional, 12 Mahasiswa Ilmu Komunikasi dan 19 Mahasiswa Ilmu Sosiologi di Ruang Sidang Utama, Gedung A Fakultas Hukum Universitas Mataram lantai 3, Senin (27/11/23) lalu.
Dari 57 orang peserta yudisiawan yudisiawati terdapat 5 orang yang lulus dengan predikat Cumlaude diantaranya 2 Mahasiswa ilmu Hubungan Internasional, 1 Mahasiswa Ilmu Komunikasi dan 2 Mahasiswa Ilmu Sosiologi sementara 52 lainnya lulus dengan predikat sangat memuaskan.
Dekan fakultas hukum Universitas mataram, Dr. Lalu Wira Pria Suhartana, SH.,MH dalam sambutannya ikut berbangga atas kelulusan para yudisiawan yusidawati yang telah berhasil menyelesaikan studinya di Fakultas Hukum Universitas Mataram .
“semoga ini bisa menjadi pondasi, baik itu untuk lanjut studi ataupun berkarir sesuai dengan bidang studinya masing-masing, sejatinya esensi kita adalah bergerak karena keberkahan itu ada dalam pergerakan yang bertransformasi dari yang sebelumnya buruk menjadi baik dan yang baik menjadi baik sekali, semoga 3 prodi yakni Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi Dan Sosiologi dapat menyamai akreditasi Ilmu Hukum yang unggul” ujar Dr. Lalu Wira
Sementara itu salah seorang perwakilan peserta yudisium Septiana mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh civitas akademika Fakultas Hukum yang telah memberikan pembelajaran sehingga dapat menyelesaikan segala hal untuk mencapai gelar sarjana, serta permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila selama perkuliahan terdapat tutur kata dan perilaku dari para peserta yudisium yang menyinggung hati para dosen dan tenaga kependidikan
“Keberhasilan kita dalam meraih gelar sarjana merupakan langkah awal untuk menggapai kesuksesan untuk itu mari kita tunjukan kualitas terbaik dari lulusan Fakultas Hukum Universitas Mataram, pelihara rasa haus akan ilmu pengetahuan asah potensi diri dan buktikan bahwa kita bisa menjadi lebih baik dan unggul di masa depan”. Ungkap Septiana

