Mataram, Fakultas Hukum Unram – Dosen Bagian Hukum Internasional FH Unram, Adhitya Nini Rizki Apriliana, S.H.,M.H berhasil meraih penghargaan Best Presenter (presenter terbaik) dalam konferensi ilmiah “The 12th International Graduate Students and Scholar’s Conference in Indonesia (IGSSCI) 2023 dengan tema “Ethics and Accountability in Politics, Sciences, and Professions”. Konferensi ini diadakan oleh Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tanggal 7-8 November 2023 di Yogyakarta. Sejumlah negara seperti Singapura, Jepang, Swiss, dan beberapa negara lainnya turut mengirim delegasi untuk hadir dalam konferensi tersebut.

Nini (panggilan akrab Adhitya Nini Rizki Apriliana) mengaku senang dan tak menyangka dapat meraih penghargaan Best Presenter dengan mempresentasikan makalahnya yang berjudul “Towards The Practice of Illegal Distribution of Lobster Seeds : Integrating Ecosystem Approach for Germ Plasm Conservation in Promoting Environmental Ethic”.

Dalam makalah tersebut, dijelaskan bahwa integrasi ecosystem-based approach dalam konservasi benih lobster sebagai salah satu plasma nutfah yang harus dilindungi di Indonesia.

“Saat ini survival rate benih lobster hanya 0.1%, yang artinya sangat rendah sekali. Jika dibiarkan akan berdampak pada genetic erotion (kelangkaan genetik).” Ungkap Nini.

Lebih jauh, Nini menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi, satu di antaranya klausa open access and benefit-sharing dalam Convention on Biological Diversity yang memberikan keleluasaan bagi setiap negara untuk memegang kontrol atas akses keuntungan-keuntungan yang dihasilkan dari pemanfaatan plasma nutfah.

“Sebagian orang berpikir bahwa ‘keuntungan’ di sini mengacu pada jumlah uang yang dihasilkan dari hasil perdagangan bibit lobster. Padahal, klausa ini mengacu pada ‘keuntungan’ riset seperti mekanisme konservasi, transfer pengetahuan dan teknologi, yang sifatnya setara baik negara maju maupun negara berkembang.” Tegasnya.

Melalui konferensi ini, Nini berharap tulisannya dapat memberikan sumbangsih kepada Indonesia dan FH Unram.

“Harapan saya, pemerintah harus serius dalam menangani perdagangan benih lobster illegal, satu di antaranya adalah dengan memperkuat MoU dengan Singapura terkait pelarangan benih lobster sebagai komoditas impor. Untuk rekan FH Unram, mari terus berkolaborasi untuk memberikan pembaharuan pengetahuan melalui fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi.” Pungkasnya.