Mataram, Fakultas Hukum – Dewan Perwakilan Mahasisawa Fakultas Hukum Universitas Mataram (DPM FH Unram) bersama KPU dan BAWASLU NTB sukses mengadakan “Talkshow KPU & BAWASLU Goes to Kampus Merah” dengan Tajuk, “Jurist Cerdas memilih dan berparstisipasi dengan pengetahuan”. Kegiatan ini dilaksakan di Aula Ruang Sidang Utama FH Unram dan diikuti ratusan mahasiswa Rabu (27/11) lalu.
“Kegiatan Talkshow KPU & BAWASLU Goes To Kampus Merah ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada para mahasiswa terkait dengan urgensi dan peranan penting mahasiswa serta mekanisme pelaksanaan pemilihan dalam hal ini baik itu Pemilihan Umum (PEMILU) maupun Pemilihan raya (PEMIRA) yang dilaksanakan dilingkungan Universitas Mataram”, terang Desti Ayu selaku ketua panitia.
Dalam sambutannya, Sahruddin, SH., MH. selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FH Unram sangat mengapresiasi dengan diadakannya kegiatan ini, beliau berharapa kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk seluruh mahasiswa dapat belajar mengenai mekanisme demokrasi dan membuat demokrasi di Fakultas Hukum menjadi lebih progresif lagi kedepannya.
“Mengingat Fakultas Hukum merupakan kiblat dari demokrasi dan aturan yang ada di Universitas Mataram sehingga penting adanya untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada mahasiswa terkait bagaimana mekanisme demokrasi apalagi mahasiswa-mahasiswa ini merupakan pemilih pemula” Jelas Sahruddin.
Semetara itu, Gea Gustyaningsih selaku Ketua DPM FH Unram menjelaskan bahwa Pemilih Pemula merupakan salah satu golongan pemilih terbanyak pada Pemilu yang akan mendatang yakni sebanyak 33,6 % dari total keseluruhan pemilih yang terdaftar, dan dengan didominasi oleh generasi dari lapisah masyarakat yang menyebut diri mereka generasi “Milenial dan Gen Z”.
“Bila menelisik lebih dalam lagi terkait gologan pemilih tersebut maka akan ditemukan sebuah fenomena menarik bahwa sebagian besar dari mereka memiliki kecendrungan tidak mau tau atau apatis, serta tidak terlalu mengetahui terkait dengan bagaimana pelaksanaan PEMILU itu sebenarnya. Tentunya hal tersebut akan sangat berbahaya sekali bagi kelangsungan kehidupan demokrasi dan masa depan Indonesia mengingat jumlah pemilih pemula tersebut dapat sangat menentukan nasib bangsa Indonesia kedepannya”, Ungkap Gea.
Lebih lanjut, Gea mengatakan bahwa dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan dapat menjaring animo dan antusiasme dari para mahasiswa yang notabene merupakan pemilih pemula dalam melihat dan mengikuti pemilihan baik itu PEMILU maupun PEMIRA nantinya apalagi dengan pemateri yang langsung dari kalangan praktisi yakni KPU dan BAWASLU diharapkan dapat menjadi sebuah inspirasi dan juga mungkin perkenalan dan sosialiasi kepada para mahasiswa ini terkait dengan baik itu PEMILU maupun PEMIRA kedepannya nanti.

