Mataram, Fakultas Hukum Unram ­– Unit Kegiatan Fakultas Kelompok Pemerhati Sosial (UKF KPS) Fakultas Hukum Universitas Mataram (FH Unram) melaksanakan program KPS Mengajar di wilayah pesisir, Dusun Madak Belek, Desa Cendi Menik, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini diadakan selama 2 (dua) hari berturut-turut, pada Sabtu dan Minggu 9-10 September 2023.

UKF KPS berkolaborasi dengan Sanggar Belajar Jalan Pulang, yaitu sebuah kelompok literasi untuk anak-anak berusia dibawah 10 (sepuluh) tahun. Kelompok ini didirikan oleh Zahit Idris, yang juga merupakan alumni FH Unram angkatan tahun 2018.

Pada kegiatan kali ini KPS mengangkat tema “Kelola Sampah Lindungi Bumi” . Tujuannya untuk mengajak anak-anak di Sanggar Belajar Jalan Pulang untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan dan upaya untuk mengendalikan permasalah sampah melalui pengembangan kreativitas untuk mengelola sampah menjadi barang-barang yang bermanfaat.

Kegiatan dilaksanakan melalui pemaparan materi oleh tim dari KPS yang kemudian dilanjutkan dengan memilah sampah, lalu praktek mendaur ulang sampah yang dilakukan bersama dengan anak-anak dari Sanggar Belajar Jalan Pulang.

Salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mengelola limbah sampah kertas yaitu Save Our Paper (SOP) dengan membuat sebuah buku tulis dari sisa-sisa buku tulis yang tidak terpakai dan juga melakukan daur ulang sampah plastik dengan membuat Ecobrick.

Ecobrick merupakan teknik pengelolaan sampah plastik, yang terbuat dari botol-botol plastik bekas yang di dalamnya telah diisi berbagai sampah plastik hingga penuh kemudian dipadatkan sampai menjadi keras. Setelah botol penuh dan keras, botol-botol tersebut dapat dirangkai dengan lem menjadi meja, kursi sederhana, bahan bangunan dinding, dan berbagai kreativitas lainnya.

Muhammad Iqbal, Selaku Ketua UKF KPS mengungkapkan bahwa kegiatan ini punya tantangan tersendiri, yaitu bagaimana tim KPS mampu mengajar dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak. Iqbal mengaku bahwa kegiatan ini mendapat reaksi positif dari masyarakat sekitar, sehingga masyarakat juga turut menghadiri kegiatan KPS Mengajar.

”Saya merasa bersyukur kegiatan ini berjalan dengan lancar. Saya berharap kegiatan kami mampu menginspirasi banyak pihak agar dapat menjaga kebersihan lingkungan melalui daur ulang sampah. Saya juga berterimakasih kepada masyarakat setempat dan Sanggar Belajar Jalan Pulang yang telah bersedia menerima kami.” tutur Iqbal.

Lebih jauh mahasiswa semester 7 itu mengatakan jika banyak pelajaran yang didapatkan selama dua hari terutama soal rasa kepedulian terhadap tingkat literasi anak-anak pesisir. ”semoga kalian menginspirasi munculnya gerakan-gerakan literasi di daerah-daerah lainnya.” pungkasnya.