Mataram, Fakultas Hukum Unram – Tim Debat Bawaslu 2023 dari Forum Mahasiswa Pengkaji Konstitusi (FORMASI) Fakultas Hukum Universitas Mataram (FH Unram) berhasil melaju ketingkat Nasional pada Kompetisi Debat Penegakan Hukum Natar Perguran Tinggi se-Indonesia Ke-III Tahun 2023 yang dilaksanakan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) sejak 10 Juli sampai dengan 31 Agustus lalu.

Tim FH Unram yang terdiri dari ketua tim Yusron Ashalirrohman (Lombok Timur) dengan 2 anggota lainya Fatira Ilmi Aulia (Lombok Timur) dan Nelly Liswana (Sumbawa), berhasil membanggakan FH Unram karena bisa berkompetisi di itingkat nasional.

Yusron menceritakan proses dirinya bersama tim dan dosen pembimbing Dr. Risnain, SH., MH. mengikuti debat tersebut. Ia mengatakan jika proses mengikuti lomba bawaslu, dimulai dari Open Delegasi tim yang dilaksanakan oleh Formasi. Tujuan Open Delegasi ini untuk menyeleksi tim yang akan mewakili FH di ajang debat bawaslu.

“Proses awal tahapan bawaslu, dimulai dari tahap eliminasi yaitu tahap pengiriman artikel dan presentasi artikel. Dari 171 Peserta yang mendaftar kemudian menjadi 24 Peserta dari 24 Universitas  berangkat ke tahap finalis di pusat yang di selenggarakan di Mercure Hotel Ancol dari tanggal 27-31 Agustus 2024” jelas Yusron yang baru semester 5 itu.

Lebih jauh Yusron mengungkapkan kebanggaannya bisa mewakili FH Unram. “Perasaan saya sendiri bisa mewakili FH Unram merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan, karena kita bisa masuk ke 24 Universitas se-Indonesia dari 171 Universitas yang mendaftar. Bisa berdebat dengan Universitas lain dari Indonesia. Walaupun belum bisa memberikan hasil yang sangat maksimal, akan tetapi itu motivasi kami dan akan memperbaiki untuk tahun depan sebab pengalaman ini pertama kali kami rasakan ketika lomba debat yang diadakan oleh lembaga negara”, tuturunya.

Ia juga mengatakan bahwa dengan mengikuti kegiatan seperti ini bisa mendapat banyak teman baru, dan menambah pengalaman. Yusron berpesan agar FH Unram sering mengirimkan delegasi pada kegiatan kegiatan seperti ini dan perlu persiapan yang lebih matang.

“Yang paling berkesan bagi saya. Kompetisi Bawaslu ini memberikan info lomba yang sangat singat yaitu 2 minggu sampai batas pendaftaran. Sehingga kami dengan segala kekurangan segera mempersiapkan diri mengikuti debat penegakan hukum pemilu ke III yang di selenggarakan oleh bawaslu. Dan alhamdulillah kita bisa lolos masuk tahap 24 besar”, tutupnya.